Miris, gadis belia ini malah digilir oleh beberapa lelaki secara bergantian selama 3 hari. Netizen malah heran sendiri sama si gadis. Kenapa?

Entah untuk yang keberapa kali, kasus pelecehan terhadap wanita kembali terulang. Mungkin bagi para orang tua yang membaca ulasan ini juga pasti geram jika ada anak-anak yang harusnya masih memiliki hal lain yang lebih baik malah dipaksa untuk berbuat tak senonoh seperti itu.
Akan tetapi lain ceritanya dengan kisah berikut, dimana entah si gadis yang berumur 14 tahun ini masih polos ataukah ada sebab yang lain. Cerita pelecehan terhadapnya malah menjadi tanda tanya besar bagi netizen.
Bermula saat Kepolisian Resort (Polres) Karangasem menggelar rekonstruksi kasus persetubuhan yang menimpa anak dibawah umur, YNF (14), Senin (10/7/2017) sekitar pukul 11.00 wita. Rekontruksi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Decky Handra Wijaya.
Adegan 1 sampai 12 meceritakan pertemuan korban, YNF, dengan 5 orang pelaku di Mini Market UD Rizka di Jalan Nenas, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem.
Pelaku yakni JM, DR, FF, AA, dan GD. Empat pelaku kenal dengan korban dari FF, pria asli Desa Bungaya Kangin, Bebandem. Pertama FF mengenalkan korban ke temannya lewat Facebook (FB). Beberapa menit kemudian FF hubungi korban via handphone.
Korban dijemput di rumahnya, dan diajak main ke arah utara. Melihat FF dan YNF boncengan, berapa pelaku mengejar dengan sepeda motor.
"Empat orang pelaku nggak bisa mengejar FF dan YNF. Mereka kembali kumpul di Mini Market UD Rizka. Berselang berapa jam FF dan YNF datang ke Mini Market. Korban dibelikan lalapan oleh FF," kata petugas kepolisian.
Setelah makan lalapan, korban kembali diajak ke gubuk dekat kandang sapi oleh 5 orang pelaku. Mereka ke gubuk mengunakan sepeda motor. Korban dibonceng oleh FF. Sesampainya di gubuk korban disetubuhi secara bergantian oleh lima orang pelaku. Persetubuhan ini terjadi pada adegan yang ke 13.
Usai menyetubuhi korban, para pelaku mengajak korban ke sebuah indekos di Jalan Sudirman, Amlapura. Korban dibonceng FF, sedangkan pelaku lainya mengikuti dari belakang.
Sampai dikosan, korban kembali disetubuhi pelaku hingga beberapa kali. Setelah bersetubuh korban diantar pulang menuju rumahnya. Pada 4 April 2017, GD dan FF kembali bertemu di tukang cukur Subagan. Pelaku mengaku ingin setubuhi korban lagi.
Korban kembali dijemput dan diajak ke sebuah indekos. Korban kembali disetubuhi beramai ramai. Tanggal 7 April 2017, korban dibawa ke kos lagi dan disetubuhi hingga berapa kali oleh para pelaku. Tidak sampai disitu, aksi bejat pelaku juga berlanjut pada 11 April 2017.
Korban disetubuhi ramai-ramai di kosan Jalan Ahmad Yani, Amlapura. Pelakunya sebanyak 12 orang. Korban digilir secara bergiliran oleh setiap pelaku. Kasatreskrim Polres Karangasem, AKP Decky Hendra mengatakan, rekonstruksi digelar atas permintaan Jaksa.
"Rekonstruksi digelar di lima lokasi kejadian, dan menghadirkan 12 orang pelaku. Prosesi rekonstruksi dilakukan setelah barang bukti lengkap,"kata Decky Hendra. Pantauan Tribun Bali, proses rekonstruksi dihadiri Jaksa, Polisi, dan LAPAS. Warga sekitar juga turut melihat prosesi rekonstruksi.

Entah untuk yang keberapa kali, kasus pelecehan terhadap wanita kembali terulang. Mungkin bagi para orang tua yang membaca ulasan ini juga pasti geram jika ada anak-anak yang harusnya masih memiliki hal lain yang lebih baik malah dipaksa untuk berbuat tak senonoh seperti itu.
Akan tetapi lain ceritanya dengan kisah berikut, dimana entah si gadis yang berumur 14 tahun ini masih polos ataukah ada sebab yang lain. Cerita pelecehan terhadapnya malah menjadi tanda tanya besar bagi netizen.
Bermula saat Kepolisian Resort (Polres) Karangasem menggelar rekonstruksi kasus persetubuhan yang menimpa anak dibawah umur, YNF (14), Senin (10/7/2017) sekitar pukul 11.00 wita. Rekontruksi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Decky Handra Wijaya.
Adegan 1 sampai 12 meceritakan pertemuan korban, YNF, dengan 5 orang pelaku di Mini Market UD Rizka di Jalan Nenas, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem.
Pelaku yakni JM, DR, FF, AA, dan GD. Empat pelaku kenal dengan korban dari FF, pria asli Desa Bungaya Kangin, Bebandem. Pertama FF mengenalkan korban ke temannya lewat Facebook (FB). Beberapa menit kemudian FF hubungi korban via handphone.
Korban dijemput di rumahnya, dan diajak main ke arah utara. Melihat FF dan YNF boncengan, berapa pelaku mengejar dengan sepeda motor.
"Empat orang pelaku nggak bisa mengejar FF dan YNF. Mereka kembali kumpul di Mini Market UD Rizka. Berselang berapa jam FF dan YNF datang ke Mini Market. Korban dibelikan lalapan oleh FF," kata petugas kepolisian.
Setelah makan lalapan, korban kembali diajak ke gubuk dekat kandang sapi oleh 5 orang pelaku. Mereka ke gubuk mengunakan sepeda motor. Korban dibonceng oleh FF. Sesampainya di gubuk korban disetubuhi secara bergantian oleh lima orang pelaku. Persetubuhan ini terjadi pada adegan yang ke 13.
Usai menyetubuhi korban, para pelaku mengajak korban ke sebuah indekos di Jalan Sudirman, Amlapura. Korban dibonceng FF, sedangkan pelaku lainya mengikuti dari belakang.
Sampai dikosan, korban kembali disetubuhi pelaku hingga beberapa kali. Setelah bersetubuh korban diantar pulang menuju rumahnya. Pada 4 April 2017, GD dan FF kembali bertemu di tukang cukur Subagan. Pelaku mengaku ingin setubuhi korban lagi.
Korban kembali dijemput dan diajak ke sebuah indekos. Korban kembali disetubuhi beramai ramai. Tanggal 7 April 2017, korban dibawa ke kos lagi dan disetubuhi hingga berapa kali oleh para pelaku. Tidak sampai disitu, aksi bejat pelaku juga berlanjut pada 11 April 2017.
Korban disetubuhi ramai-ramai di kosan Jalan Ahmad Yani, Amlapura. Pelakunya sebanyak 12 orang. Korban digilir secara bergiliran oleh setiap pelaku. Kasatreskrim Polres Karangasem, AKP Decky Hendra mengatakan, rekonstruksi digelar atas permintaan Jaksa.
"Rekonstruksi digelar di lima lokasi kejadian, dan menghadirkan 12 orang pelaku. Prosesi rekonstruksi dilakukan setelah barang bukti lengkap,"kata Decky Hendra. Pantauan Tribun Bali, proses rekonstruksi dihadiri Jaksa, Polisi, dan LAPAS. Warga sekitar juga turut melihat prosesi rekonstruksi.
Menanggapi hal tersebut, netizen malah salah fokus mengapa si gadis malah mau diajak kembali berbuat seperti itu lagi?
Seperti dilansir dari laman Tribun Bali berikut ini.
"Terus kenapa harus dipermasalahkan ??? yang cewek juga mau, bukan diperkosa tapi memang doyan juga. Edan anak2 jaman sekarang. baru 14th udah tau esek2. Kasian orangtua dirumah", tulis akun Lina Kusuma.
"Kalao beginii mah bukan di perkosa namanya tapii doyan..... T*l*l banget hahahha" ujar
Herni Putri.
"Yang cewe jg mau... Udh berapa kali di tiduri rame" ... Di jemput pada tanggal berbeda juga masih mau aja....", celoteh ulasan dari Anggia Pao.
Well, entah mungkin alasannya apa, yang jelas jangan sampai terjadi lagi hal-hal seperti itu. Peliharalah kebaikan dan rasa tanggung jawab untuk menjaga diri. Sehingga kita semua mampu menjadi pribadi yang lebih baik lagi nantinya.
Seperti dilansir dari laman Tribun Bali berikut ini.
"Terus kenapa harus dipermasalahkan ??? yang cewek juga mau, bukan diperkosa tapi memang doyan juga. Edan anak2 jaman sekarang. baru 14th udah tau esek2. Kasian orangtua dirumah", tulis akun Lina Kusuma.
"Kalao beginii mah bukan di perkosa namanya tapii doyan..... T*l*l banget hahahha" ujar
Herni Putri.
"Yang cewe jg mau... Udh berapa kali di tiduri rame" ... Di jemput pada tanggal berbeda juga masih mau aja....", celoteh ulasan dari Anggia Pao.
Well, entah mungkin alasannya apa, yang jelas jangan sampai terjadi lagi hal-hal seperti itu. Peliharalah kebaikan dan rasa tanggung jawab untuk menjaga diri. Sehingga kita semua mampu menjadi pribadi yang lebih baik lagi nantinya.

